Info Prakerin

0

Sudah hampir dua bulan, siswa-siswi kelas 2 melakukan Prakerin atau praktek kerja industri. Kurang satu bulan lagi mereka melakukannya. Prakerin yang juga merupakan program untuk sekolah kejuruan, ternyata memiliki keuntungan yang sangat besar. Tidak hanya dituntut untuk bekerja, tetapi kita juga harus dapat bersosialisasi dengan dunia kerja.
Setidaknya setelah kita melakukan prakerin, kita mampu untuk melakukan pekerjaan yang sesuai dengan dunia yang kita dalami, dan kita tidak takut lagi, karena kita sudah mendapatkan pengalaman yang sangat banyak dibandingkan dengan sekolah yang setingkat, seperti SMA. Bagi siswa-siswi yang belum melakukan prakerin, jangan takut karena kita akan mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa, dan kita akan mendapatkan ilmu yang tidak dapat kita dapatkan di sekolah kita.

By: Bagus Andrian (Admin)

Pengembang Blog

0

Terima kasih bagi para pecinta dunia maya yang telah mau memasuki blog kami. Sebenarnya banyak kekurangan dari blog ini, tapi kami berusaha untuk menjadi lebih baik dan menjadikan blog ini menjadi yang sangat diminati oleh para masyarakat. Sebenarnya kami adalah siswa SMKN 1 Ngawi, kami ditunjuk untuk mengembangkan website, tapi berhubung kami belum menguasai bahasa HTML dan belum mengerti seluk beluk web, maka kami berusaha untuk memulai dahulu dari blogger ini.


Prakerin SMKN 1 Nfgawi

0

Akhirnya suasana yang membuat siswa-siswi kelas XI untuk semua jurusan menjadi gembira, karena hari pemberangkatan dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2009. Mau tahu apa yang dilakukan dalam kegiatan Prakerin atau biasa disebut dengan Prakter Kerja Industri?

Prakerin diadakan selama 3bulan dan hal itu wajib karena sudah termasuk dalam program pelajaran didalam KBM dan terutama untuk sekolah Kejuruan. Siswa-siswi diberikan waktu 3bulan bukan untuk bersenang-senang, tapi mereka dituntut untuk mengaplikasikan ilmunya di dunia kerja yang akan dilakoninya. Jadi, kita langsung dihadapi oleh pekerjaan yang sesuai dengan jurusan kita. Selama ini dalam pembelajaran kita hanya praktek dalam lingkup sekolah saja, inilah saatnya kita melakukan di dunia luar bahwa kita sebagai generasi muda yang meniti karir di sekolah jurusan lebih bagus dari sekolah menengah atas.
Ternyata susah juga ya sekolah di sekolah kejuruan. Jangan berkata seperti itu, apabila kita melakukan dengan senang hati dan kita menjadikan hal tersebut seperti hobby kita, maka kita akan terasa sangat mudah dan pasti kita akan berhasil menjadi generasi muda yang siap menghadapi globalisasi di dunia kita.
Mari bagi semua siswa-siswi SMKN 1 Ngawi yang mengadakan Prakerin dimanapun tempatnya, jangan sia-siakan kesempatan itu, karena kesempatan tidak akan datang dan sama pada waktu yang sama pula. Jadi jangan sia-siakan apa yang akan terjadi.
SEMANGAT!!!!!!!!!!!!!

PERPUSTAKAANMU,PERPUSTAKAANKU,PERPUSTAKAAN KITA SEMUA

0


Merupakan suatu anggapan umum yang menyebutkan bahwa perpustakaan identik dengan buku usang, petugas yang galak dan berkaca mata tebal, serta ruangan yang sepi tanpa suara. Berdasarkan pengetahuan penulis, anggapan tersebut hanya berlaku di wilayah indonesia saja. Setelah penulis perhatikan melalui beberapa media yang ada, anggapan tersebut tidak berlaku di negara lain, sebut saja Singapura. Di sana kita tidak akan menemukan perpustakaan yang terkesan membosankan. Perpustakaan disusun sedemikian rupa sehingga mampu menciptakan suasana yang-meminjam istilah anak muda sekarang- cozy. Pengguna perpustakaan dimanjakan dengan adanya berbagai fasilitas yang membuat mereka nyaman.
Kendala utama yang dihadapi dalam dunia kepustakawanan ialah bagaimana menarik pembaca untuk datang mengunjungi perpustakaan. Untuk mengatasi hal tersebut, penulis pernah melakukan penelitian di salah satu perguruan tertinggi tertua di Yogyakarta. Dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa sebagian besar pengguna enggan datang ke perpustakaan dikarenakan kondisi perpustakaan yang kurang nyaman sehingga mereka merasa tidak betah jika harus berlama-lama ‘melahap’ buku-buku yang ada. Hal ini diperparah lagi dengan adanya petugas yang kurang bersahabat dalam membantu pengguna serta buku-buku yang kurang up-to date.
Solusi terbaik untuk mengatasi hal tersebut di atas adalah dengan segera melakukan pembenahan di berbagai bidang. Penataan ruangan dengan warna dan asesoris yang sesuai dengan kondisi pengguna akan membuat mereka merasa betah. Ruangan yang ada sebaiknya diwarnai dengan warna-warna yang cerah. Hal ini untuk menghindari kesan gelap dan kusam. Selain itu perpustakaan tidak harus hanya berisi buku. Perpustakaan juga perlu dilengkapi dengan lukisan atau poster-poster yang berisi kata-kata yang dapat menjadi penyemangat pengguna dalam belajar.
Petugas yang ada juga perlu melakukan pembenahan terhadap diri sendiri. Seorang petugas perpustakaan yang baik adalah mereka yang mampu mengenali dan berkomunikasi dengan pengguna dalam suasana kekeluargaan sehingga dapat membantu mereka dalam menemukan informasi yang dibutuhkan.
Pembenahan lain yang perlu dilakukan adalah memperbarui buku-buku yang ada. Memperbarui dalam hal ini bukan berarti membuang yang lama untuk kemudian ditukar dengan yang baru. Pembaruan yang dimaksud adalah memprbaiki buku-buku yang sudah rusak secara fisik. Bila memungkinkan menambah koleksi baru tiap periode. Penambahan buku dapat dilakukan dengan cara pembelian ataupun dengan cara mewajibkan siswa yang akan lulus untuk menyumbangkan buku-buku dengan judul yang sudah ditentukan.
Untuk menambah kenyamanan pengguna serta untuk lebih mendukung proses belajar-mengajar, perpustakaan dapat juga dilengkapi dengan ruang pertemuan. Ruangan yang dimaksud tidak harus berbentuk suatu ruangan yang husus untuk mengadakan pertemuan. Cukup ruangan yang dapat digunakan untuk berkmpul bagi 10-20 orang. Sebaiknya ruangan ini disajikan dalam bentuk lesehan dengan meja kecil sehingga pengguna dapat merasa lebih santai. Ruang pertemuan tersebut dapat digunakan untuk mengadakan diskusi kecil dengan memanfaatkan buku-buku yang ada. dengan demikian, perpustakaan tidak hanya dijadikan sebagai tempat membaca saja, tetapi juga dapat dijadikan sebagai tempat untuk memecahkan masalah-masalah sederhana serta sebagai ajang untuk mengemukakan pendapat berdasarkan data-data yang ada. Bahkan, kesuksesan orang-orang sekaliber Andi Malarangeng diawali dengan melakukan diskusi kecil-kecilan di salah satu perpustakaan kecil di Yogyakarta.
Perpustakaan juga dapat mengadakan kegiatan promosi dengan memanfaatkan ruangan tersebut di atas. Promosi tidak hanya ‘melulu’ untuk mengenalkan perpustakaan. Promosi dapat juga dilakukan dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang disukai pengguna, seperti talk show, bedah buku, temu pengarang, dan lain-lain. Topik yang diangkat juga tidak harus topik yang berat-berat. Topik yang diangkat sebaiknya adalah hal-hal yang sedang digemari oleh pengguna saat itu. Kegiatan tersebut selain berfungsi untuk memaksimalkan penggunaan perpustakaan juga dapat menarik pengguna untuk lebih sering mengunjungi perpustakaan.
Beberapa pembenahan di atas tidak akan membuahkan hasil yang memuaskan jika hanya berjalan satu arah. Pembenahan tersebut akan percuma jika hanya dilakukan oleh pihak pengelola saja. Dalam hal ini pihak pengguna juga harus dilibatkan. Keterlibatan pengguna tersebut juga merupakan ajang promosi gratis bagi pihak perpustakaan. Dengan melibatkan pengguna, secara tidak langsung perpustakaan telah memperkenalkan isi perpustakaan kepada pengguna. Di samping itu, keterlibatan tersebut akan menumbuhkan rasa ikut memiliki sehingga mereka dengan sadar dapat menggunakan dan ikut memelihara perpustakaan yang ada.
Dengan adanya berbagai pembenahan tersebut di atas, perpustakaan diharapkan tidak lagi menjadi suatu ruang yang menyeramkan dan membosankan. Perpustakaan merupakan tempat yang mengasikkan untuk belajar secara gratis seumur hidup. Dengan demikian, perpustakaan dapat berfungsi secara optimal dalam rangka mendukung proses pencerdasan bangsa. (Penulis : Fiqru Mafar, SIP.)